Selasa, 10 Januari 2017

6 Langkah Menumbuhkan Positif Thinking


Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, punya kata-kata mutiara yang abadi: A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty. Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan, seorang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Tak ada yang berbeda dari objek yang dihadapi si pesimis dan optimis. Yang ada hanyalah cara pandang yang berlainan. Si optimis memandangnya dengan pikiran positif sedangkan si pesimis dengan pikiran negatif.

Memiliki positive thinking memang harus dibiasakan dan dilatih terus-menerus agar suatu saat kelak akan tumbuh menjadi karakter. Tetapi bagaimana menumbuhkan kebiasaan ini? Kiat berikut bisa berguna.

1. Afirmasi verbal setiap hari
Saat kita menghadapi suatu masalah atau peluang, ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan. Kita merasa bisa mengatasi atau melakukannya, tetapi di sisi lain ragu akan kemampuan kita. Secara teknik, sebenarnya kita sangat mampu mengerjakannya namun ketidakyakinan menarik kita pada sikap yang statis sehingga kita tak melakukan apa-apa.

Menurut sejumlah ahli, cara terbaik mengatasi masalah ini adalah denganmelakukan afirmasi, yaitu mengucapkan kata-kata positif pada diri kita. Di pagi hari selepas bangun tidur, katakan pada diri kita bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang kita inginkan. Semacam "Kamu bisa!" atau, "Kamu pasti bisa!" Makin keras ucapan kita makin mampu mempengaruhi bawah sadar kita. Lakukan setiap hari sekitar 10 menit.

2. Gunakan kata positif
Menggunakan kata-kata positif memiliki pengaruh baik. Seorang ahli bernama Dr. Susan Jeffers mengatakan, "Tak masalah apakah kita percaya pada kata-kata atau tidak, tetapi kata-kata itu mempengaruhi alam bawah sadar kita." Jika kita terbiasa menggunakan kata-kata negatif, hasil negatiflah yang kita dapat. Begitu pun, jika kita selalu menggunakan kata positif hasil positif yang akan kita dapat.

3. Pasang gambar atau tulisannya
Menempelkan visualisasi apa yang kita inginkan akanmemberi dampak positif dalam pencapaiannya. Apa yang ingin kita raih, tempelkan gambar atau kata-katanya. Pandangi setiap ada kesempatan, bayangkan apa yang akan kita rasakan saat bisa meraihnya. Ini akan mendorong timbulnya pikiran-pikiran positif.

4. Penuhi sekeliling kita dengan citra positif
Citra positif ini bisa berupa poster kata-kata motivasi, foto inspirasi, bahkan tulisan afirmasi untuk meyakinkan diri dalam selembar kartu kecil atau kertas tempel yang mudah dilihat. Karena ituberi hiasan ruangan dengan poster atau foto-foto inspirasi yang bisa menggugah keyakinan kita atau menambah semangat. Sekali waktu saat kita sedang stres, tataplah, atau bacalah sehingga kita akan kembali fokus pada keinginan yang sedang kita kejar.

5. Sering-sering ucapkan "Terima Kasih"
Rasa syukur akan mempengaruhi pikiran kita. Ucapan "Terima Kasih" akan menerbitkan pikiran positif. Namun berapa kali sehari kita mengucapkan "Terima Kasih"? Kita bahkan mungkin lupa mengucapkan terima kasih ketika misalnya, ditolong orang saat terjatuh. Padahal makin sering berterima kasih, makin terbangun pikiran positif.

6. Dengarkan uraian motivasional
Mendengarkan paparan motivasional akan membangun pikiran positif. Kita bisa mendengar acara motivasional di radio atau menyetel CD motivasional saat sedang menyetir di perjalanan. Hal akan menjadi semacam "pengisian baterai" untuk mental kita.

Positive thinking tidak lahir dengan sendirinya, kita harus rajin melatihnya. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!

Gagal Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Indonesia Renal Registry mendefinisikan gagal ginjal kronis sebagai kerusakan ginjal, dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal, yang dialami lebih dari tiga bulan.

Status GGK berubah menjadi gagal ginjal tahap akhir (End-Stage Renal Disease/ESRD) ketika ginjal tidak lagi berfungsi. Pada stadium ini biasanya telah terjadi penumpukan limbah tubuh, cairan, dan elektrolit yang bisa membahayakan tubuh jika tanpa dilakukan penyaringan buatan (dialisis/cuci darah) atau transplantasi ginjal.

GGK sendiri, biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga membuat pengidap penyakit ini biasanya tidak menyadari gejalanya hingga mencapai stadium lanjut. GGK biasanya terdeteksi pada stadium dini ketika dilakukan pemeriksaan darah atau urine.

GGK stadium lanjut umumnya mengalami gejala: sesak napas, mual, kelelahan, mengalami pembengkakan pergelangan kaki, kaki, atau tangan karena terjadi penumpukan cairan pada sirkulasi tubuh, sesak napas, serta munculnya darah dalam urin.

Pemeriksaan darah dan urin secara teratur setiap tahun sangat disarankan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ginjal kronis. Anda termasuk berisiko tinggi, antara lain jika memiliki tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, dan memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ginjal kronis.

Fungsi Ginjal dan Penyebab Gagal Ginjal Kronis
-Ginjal terletak di bawah tulang rusuk. Bentuknya menyerupai sepasang kacang di kedua sisi tubuh.
-Ginjal berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urine.
Ginjal juga memiliki berbagai fungsi lain yang tidak kalah penting, yaitu:
-Mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agar bekerja dengan baik.
-Membantu mengatur tekanan darah.
Memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang.
-Memproduksi hormon glikoprotein disebut erythropoietin yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah.

Beberapa kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi beberapa penyebab terjadinya gagal ginjal kronis. Dalam jangka panjang, kondisi-kondisi ini menyebabkan kerusakan pada ginjal sehingga fungsi ginjal menurun.

Pengidap Penyakit Gagal Ginjal Kronis di Indonesia
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI, sebanyak 0.2% dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami kondisi ini. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah dengan angka tertinggi yaitu, 0.5% dari total jumlah penduduk di provinsi tersebut.

Dari data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014, pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah paling banyak disebabkan karena hipertensi (37%). Diikuti diabetes (27%), dan kelainan bawaan (10%).

Berbagai Cara Penanganan Gagal Ginjal Kronis
Terdiagnosis mengidap GGK dapat membuat Anda dan kerabat merasa cemas.
Berkonsultasilah dengan dokter dan sesama pengidap dapat membuat Anda menemukan cara agar penyakit ini tidak mengambil alih hidup Anda.

Ini dikarenakan memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal. Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain. Selain itu, terapi juga bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul akibat GGK.

Perubahan yang terjadi dalam sirkulasi tubuh membuat pengidap penyakit ginjal kronis menjadi lebih berisiko menderita stroke atau penyakit jantung.

Pada penderita gagal ginjal stadium akhir (End-Stage Renal Disease/ESRD) harus dilakukan cuci darah atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.

Agar Terhindar dari Gagal Ginjal Kronis
Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka.
Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, berolahraga teratur, menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat merusak ginjal dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal.

Oleh karena itu mulailah hidup sehat dari sekarang. Satu kali cuci darah saja sudah menghabiskan biaya 1,5jt padahal untuk penderita gagal ginjal sedikitnya harus cuci darah 1-3x seminggu.
Sehat itu murah.. Sakit itu mahal.. Jadi mau pilih yg mana?

Untuk memperbaiki sirkulasi pembuluh darah ginjal disarankan untuk mengkonsumsi Propolis
Order, Pendaftaran dan Konsultasi Bisnis Moment hubungi:
Novita Sari
WA: 083176132952
www.momentdiamond.com

Minggu, 18 Desember 2016

Faktor Pemicu, Diagnosis dan Pengobatan Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Meskipun penyebab pasti asma belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa hal yang kerap memicunya, seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau bahkan terpapar zat kimia.

Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. Ketika paru-paru teriritasi pemicu di atas, maka otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit. Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan bernapas makin sulit dilakukan.

Diagnosis asma
Untuk mengetahui apakah seorang pasien menderita penyakit asma, maka dokter perlu melakukan sejumlah tes. Namun sebelum tes dilakukan, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan pada pasien mengenai gejala apa saja yang dirasakan, waktu kemunculan gejala tersebut, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.

Jika seluruh keterangan yang diberikan pada pasien mengarah pada penyakit asma, maka selanjutnya dokter bisa melakukan tes untuk memperkuat diagnosis, misalnya:
• Spirometri
• Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
• Uji Provokasi Bronkus
• Pengukuran Status Alergi
• CT Scan
• Rontgen

Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat usianya lebih dewasa. Namun gejala asma yang tergolong menengah atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Pengobatan asma
Ada dua tujuan dalam pengobatan penyakit asma, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Untuk mendukung tujuan tersebut, diperlukan rencana pengobatan dari dokter yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Rencana pengobatan meliputi cara mengenali dan menangani gejala yang memburuk, serta obat-obatan apa yang harus digunakan.

Penting bagi pasien untuk mengenali hal-hal yang dapat memicu asma mereka agar dapat menghindarinya. Jika gejala asma muncul, obat yang umum direkomendasikan adalah inhaler pereda.

Bilamana terjadi serangan asma dengan gejala yang terus memburuk (secara perlahan-lahan atau cepat) meskipun sudah ditangani dengan inhaler atau obat-obatan lainnya, maka penderita harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Meski jarang terjadi, serangan asma bisa saja membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, peradangan pada saluran napas yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma
Berikut ini adalah dampak akibat penyakit asma yang bisa saja terjadi:
• Masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi).
• Menurunnya performa di sekolah atau di pekerjaan.
• Tubuh sering terasa lelah.
• Gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak.
• Status asmatikus (kondisi asma parah yang tidak respon dengan terapi normal).
• Pneumonia.
• Gagal pernapasan.
• Kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru.
• Kematian.

Mengendalikan penyakit asma
Jika Anda kebetulan mengidap asma atau hidup dengan asma sejak lama, jangan cemas dengan kondisi ini karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan asalkan Anda:
• Mengenali dan menghindari pemicu asma.
• Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
• Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
• Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
• Memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.

Produk nutrisi yang disarankan untuk membantu pengobatan asma adalah :
a. Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Infeksi dan Anti-Inflamasi.
b. Biocell: Untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan derajat keparahan dan memperlambat frekuensi kekambuhan.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Diare

Diare adalah suatu kondisi ketika gerak peristaltik usus lebih cepat dari biasanya sehingga pengeluaran buang air besar lebih encer dan frekuensinya lebih banyak. Biasanya diare bukanlah suatu penyakit kegawatan kecuali jika mengakibatkan dehidrasi dan pada akhirnya terjadi syok hipovolemik (dropnya tubuh karena kekurangan cairan).

Penyebab diare

Hal ini dapat terjadi karena keracunan makanan, adanya infeksi kuman, stress pikiran, dan banyak faktor lain. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri karena sebenarnya diare sendiri adalah mekanisme tubuh untuk membuang racun dan kuman yang ada di usus.

Pada anak kecil, penyebab diare terbanyak adalah karena virus sehingga memang dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi karena banyaknya cairan tubuh yang terbuang, pasien harus minum banyak cairan dan obat anti-diare apabila penyakit ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk kasus diare berkepanjangan (lebih dari 2 minggu) kemungkinan ada penyakit lainnya yang mendasari, misalnya HIV/AIDS, kanker daerah saluran pencernaan.

Gejala

Perlu diperhatikan ketika diare menjadi bertambah parah.
• Adanya tanda dehidrasi seperti pipis kental dan kuning, frekuensi berkemih kurang dari 4 kali per hari, demam, mata cekung, kulit kering. Pada anak-anak ciri dehidrasi adalah: menangis tetapi tidak keluar air mata, anak rewel (pada dehidrasi sedang) atau justru lemas (pada anak dehidrasi berat), ingin banyak minum (pada dehidrasi sedang) atau bahkan malah malas minum (pada dehidrasi berat)
• Diare tetap bertahan di atas 2 minggu
• Kram
• Sakit perut
• Kembung
• Mual
• Demam
• Muntah
• Diare biasanya hilang pada sendiri dalam waktu 48 jam yang tanpa obat. Hal yang paling penting yang dapat dilakukan adalah untuk tetap terhidrasi sementara diare berjalan saja apa adanya dan menghindari makanan yang akan membuat diare menjadi lebih banyak seperti makan-makanan pedas, makanan yang berserat.

Diare dianggap parah ketika:
• Berlangsung di atas 2 minggu
• Keram perut yang parah atau sakit pada dubur
• Darah dalam tinja
• Tinja berwarna hitam
• Adanya demam
• Adanya tanda-tanda dehidrasi
• Gejala penyakit ini dapat merupakan tanda-tanda kondisi seperti infeksi, penyakit iritasi usus, pankreatitis, kanker usus, atau penurunan kondisi kekebalan tubuh misalnya pada pasien HIV/AIDS.

Pengobatan
Atasi dehidrasi dengan oralit atau banyak minum air putih dalam jumlah banyak. Jika diikuti mual dan muntah, minuman tentu tidak dapat masuk, padahal asupan air (hidrasi) sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Maka, segera berobat ke dokter agar diberikan cairan intravena (infus).

Selain itu, terdapat beberapa jenis pengobatan antara lain:
• Obat untuk mengikat air sehingga tinja lebih padat, seperti obat attalpulgit
• Obat untuk menghentikan peristaltik usus seperti papaverin atau antiparasimpatik
• Antibiotik atau antiparasit ketika didapatkan hasil pemeriksaan tinja berupa adanya infeksi bakteri atau infeksi parasit seperti amoeba (dr. Ursula)

Produk nutrisi yang dianjurkan untuk membantu pengobatan diare adalah :
a. Propolis: Flavonoid yang dikandungnya bisa sebagai Anti Bakteri, Virus dan Parasit serta Anti Infeksi.
b. Glucogen: Untuk menghilangkan /netralisasi radikal bebas yang bisa mencetuskan atau memperparah kondisi.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Sabtu, 17 Desember 2016

Penyebab, Diagnosis dan Penanganan Asam Urat

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian.

Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat (gout/pirai) dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.

Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Penyebab penyakit asam urat

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.

Seseorang yang suka mengonsumsi makanan dengan kandungan asam urat tinggi (contohnya jeroan, hidangan laut, daging merah) dan seseorang yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol akan berisiko tinggi terkena penyakit asam urat. Selain itu, penyakit ini juga rawan dialami oleh orang-orang yang menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal kronik.

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga dapat terkena kondisi sama. Dengan kata lain, penyakit ini bersifat genetik juga.

Diagnosis penyakit asam urat

Temuilah dokter jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit asam urat. Dalam melakukan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes untuk memastikan adanya kristal-kristal natrium urat pada persendian. Hal ini perlu dilakukan karena ada jenis penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala menyerupai penyakit asam urat. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah juga biasanya dilakukan.

Sebelum melakukan tes, biasanya pertama-tama dokter akan bertanya mengenai:
• Lokasi sendi yang terasa sakit.
• Seberapa sering Anda mengalami gejala dan seberapa cepat gejala tersebut muncul.
• Obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi.
• Riwayat penyakit asam urat di keluarga Anda.

Penanganan penyakit asam urat

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.
Untuk meringankan gejala penyakit asam urat, Anda bisa menempelkan kantong es pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya colchicine, OAINS (obat anti-inflamasi nonsteroid), dan obat-obatan golongan steroid.
Sedangkan untuk mencegah kambuhnya serangan penyakit asam urat, Anda bisa mengonsumsi obat penurun kadar asam urat (misalnya allopurinol).

Selain itu, Anda diharuskan untuk menjauhi makanan-makanan pemicu penyakit asam urat dan segera turunkan berat badan. Utamakan makanan rendah kalori untuk mendukung upaya mendapatkan berat badan ideal.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat umumnya terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal tajam yang telah terbentuk. Dengan kombinasi tersebut, maka diharapkan pasien penyakit asam urat tidak lagi mengalami kambuh.

Komplikasi penyakit asam urat
Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:
• Munculnya benjolan keras (tofi) di sekitar area yang mengalami radang.
• Kerusakan sendi permanen akibat radang yang terus berlangsung dan tofi di dalam sendi yang merusak tulang rawan dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada kasus penyakit asam urat yang diabaikan selama bertahun-tahun.
• Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.

Produk nutrisi yang disarankan untuk membantu penanganan asam urat adalah :
a. Biocell: Dapat menurunkan Kolesterol Darah.
b. ABG (Algae Merah): Dapat menghambat terbentuknya asam urat didalam tubuh dengan menekan terbentuknya Enzym Xanthin Oxidase.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Jenis, Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga peranannya sangat penting bagi kita.

Kinerja kelenjar tiroid dikendalikan oleh otak. Ketika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan hormon tiroid, otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikan kinerjanya agar kadar hormon tersebut kembali seimbang.

Penyebab Penyakit Tiroid

Jenis utama penyakit tiroid adalah kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah dalam tubuh kita. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang meliputi:
• Masalah pada kelenjar pituari di otak.
• Kelenjar tiroid yang rusak misalnya karena pajanan radiasi.
• Pengaruh obat litium.
• Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.
Jenis-jenis Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.
Hipertiroidisme
Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, Anda bisa mengalami kelenjar tiroid overaktif atau hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok
Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Nodul tiroid
Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun jika nodul yang tumbuh cukup besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan rasa sakit pada tenggorokan.

Jika ada gejala-gejala tersebut yang Anda rasakan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penanganan dapat segera dilakukan.

Diagnosis Penyakit Tiroid

Proses diagnosis penyakit ini membutuhkan beberapa langkah pemeriksaan yang mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif, serta biopsi melalui aspirasi jarum halus.

Tes darah yang dianjurkan adalah evaluasi fungsi kelenjar tiroid. Tes ini berfungsi untuk mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) untuk menentukan kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme yang dialami pasien.
Melalui USG dan pemindaian isotop radioaktif, dokter akan mendeteksi ukuran serta jenis benjolan yang dialami pasien. Sementara biopsi melalui aspirasi jarum halus akan memungkinkan dokter untuk mengetahui jenis sel yang ada dalam benjolan.

Pengobatan Penyakit Tiroid

Setelah Anda positif didiagnosis mengidap penyakit tiroid, dokter akan menganjurkan langkah pengobatan yang bisa Anda jalani. Penentuan langkah ini tergantung pada jenis penyakit tiroid yang Anda derita, usia, serta kondisi kesehatan Anda.

Terdapat dua cara yang biasanya diberikan untuk menangani penyakit tiroid. Langkah ini meliputi pemberian obat-obatan, terapi radioaktif dan/atau prosedur operasi.
Obat-obatan yang diberikan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit tiroid yang dialami.

Fungsi obat-obatan dan terapi tersebut umumnya meliputi:
• Menggantikan hormon tiroid dalam tubuh.
• Menurunkan produksi hormon tiroid dalam tubuh.
• Menghancurkan sel-sel tiroid.
Di samping itu, gejala-gejala hipertiroidisme (seperti detak jantung yang meningkat) juga akan ditangani dengan obat-obatan lain.

Jika dokter menganjurkan operasi, jenis operasi yang akan dijalani pasien umumnya adalah proses pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Prosedur ini bisa dilakukan untuk menangani kelenjar tiroid yang bengkak atau benjolan yang ada di dalamnya.
Sebagian besar penyakit tiroid tidak membahayakan penderitanya dan dapat dikendalikan melalui penanganan medis.

Tetapi jika dibiarkan, ada yang dapat
berkembang menjadi kanker tiroid yang harus ditangani secepat mungkin dan dengan saksama.

Produk Nutrisi yang disarankan untuk membantu pengobatan penyakit tiroid adalah :
a. Propolis: Mengandung Flavonoid yang berguna untuk menghentikan pembesaran Gondok (Anti-Inflamasi).
b. Glucogen: Mengandung Glutathione yang berguna untuk menghentikan reaksi radikal bebas.
c. Biocell: Mengandung HGH yang merupakan booster yang dapat meregulasi siklus hormon.



Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com


Jumat, 16 Desember 2016

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Bronkitis

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Saluran napas terdiri dari saluran napas atas dan saluran napas bawah.

Saluran napas atas adalah saluran napas yang paling sering terpapar pajanan polusi luar sehingga seringkali terkena infeksi pertama kali. Saluran napas atas terdiri dari hidung yang kemudian berjalan menuju tenggorokan.

Setelah bagian tenggorokan, saluran napas berjalan menuju saluran napas bawah yaitu trakea, kemudian trakea bercabang menjadi bronkhus, sebelum menuju ke paru-paru. Jika bronkhus terinfeksi, itulah yang disebut dengan bronkhitis.

Bronkitis adalah infeksi umum yang menyebabkan peradangan di saluran napas akut dan pada akhirnya jika berlanjut maka akan menyebabkan iritasi pada saluran udara utama paru-paru.

Gejala bronkitis meliputi batuk lendir berwarna kuning keabu-abuan, sakit tenggorokan, nafas berbunyi mengi dan hidung tersumbat.
Bronkitis akut dapat memiliki gejala batuk dan produksi dahak yang kadang menyertai infeksi saluran pernapasan atas.

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis akut biasanya diakibatkan infeksi viru, tapi kadang-kadang juga disebabkan oleh bakteri. Jika kondisi pertahanan tubuh pasien baik, selaput lendir kembali normal setelah sembuh dari infeksi paru-paru awal, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.

Bronkitis kronis adalah gangguan serius jangka panjang yang sering memerlukan perawatan medis yang teratur.

Jika pasien seorang perokok dan jatuh ke dalam kondisi bronkitis akut, maka akan jauh lebih sulit bagi pasien untuk pulih. Setiap kerusakan saluran napas karena rokok akan menghancurkan struktur kecil di paru-paru, yang disebut silia (seperti rambut-rambut di mukosa), yang bertanggung jawab untuk menyikat keluar puing-puing zat, iritasi, dan kelebihan lendir.

Jika seseorang terus merokok, kerusakan silia ini mengakibatkan silia tidak berfungsi dengan baik, sehingga meningkatkan peluang untuk menjadi bronkitis kronis. Pada beberapa perokok berat, selaput lendir yang melapisi saluran udara meradang dan silia akhirnya berhenti berfungsi sama sekali.

Paru-paru kemudian rentan terhadap infeksi virus dan bakteri, dari waktu ke waktu infeksi akan mengikis dan merusak secara permanen saluran udara paru-paru. Kondisi permanen ini disebut PPOK (penyakit paru obstruktif kronik).

Dokter juga dapat melakukan tes pernapasan, yang disebut spirometri, untuk melihat seorang anak yang jauh setelah PPOK.
Bronkitis akut sangat sering terjadi. Gangguan yang sering ini dapat diobati secara efektif tanpa bantuan medis profesional.

Namun, jika Anda memiliki gejala yang parah atau persisten (menetap), adanya demam tinggi, atau jika Anda batuk darah, Anda harus mengunjungi dokter. Jika ada kesulitan bernapas atau nyeri dada, segera bawa ke Instalasi Gawat Darurat. Jika seseorang menderita bronkitis kronis, maka ia berada pada risiko masalah jantung serta penyakit paru-paru yang lebih serius serta infeksi lainnya, sehingga harus dipantau oleh dokter.

Penyebab Bronkitis
Bronkitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi paru-paru, 90% di antaranya adalah virus. Serangan berulang dari bronkitis akut, yang melemahkan dan mengiritasi bronkus saluran udara dari waktu ke waktu, dapat mengakibatkan bronkitis kronis.

Polusi industri penyebab lainnya. Pada zaman yang semakin maju, industri kini semakin banyak hadir. Bronkitis kronis ditemukan dalam tingkat yang lebih tinggi pada kawasan industri seperti pertambangan batubara di mana para pekerja terpapar debu dan asap.

Tapi penyebab utama adalah merokok jangka panjang, yang mengiritasi saluran bronkial dan menyebabkan saluran bronkhial untuk menghasilkan lendir yang berlebihan. Gejala bronkitis kronis juga diperparah dengan konsentrasi tinggi sulfur dioksida dan polutan lainnya di atmosfer.

Gejala Bronkitis
Gejala bronkitis akut meliputi:
• Batuk kering.
• Dahak berwarna kuning, putih, atau hijau, biasanya muncul 24 sampai 48 jam setelah batuk dimulai.
• Demam, menggigil.
• Rasa nyeri dan sesak di dada.
• Nyeri di bawah tulang dada saat bernafas dalam-dalam.
• Sesak napas.

Pengobatan untuk Bronkitis
Pengobatan konvensional untuk bronkitis akut dapat terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti banyak istirahat, minum banyak cairan, menghindari asap, dan mungkin mendapatkan resep untuk bronkodilator inhalasi dan / atau obat batuk.

Dalam kasus bronkitis kronis yang parah, steroid oral atau inhaler untuk mengurangi peradangan dan / atau oksigen tambahan mungkin diperlukan.

Pada orang sehat dengan bronkitis yang memiliki paru-paru normal dan tidak ada masalah kesehatan kronis, infeksi kemungkinan disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak membantu.

Batuk produktif (batuk yang menghasilkan dahak) seringkali memang datang dengan bronkitis akut. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lendir. Namun, jika batuk benar-benar mengganggu – yaitu, misal menyakitkan dan melelahkan – atau batuk yang non-produktif (kering dan terdengar serak), dokter dapat merekomendasikan obat antitusif (penekan batuk).

Dalam kebanyakan kasus, pasien hanya perlu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan ketika dingin seperti konsumsi obat ibuprofen atau parasetamol dan minum banyak cairan.

Jika seseorang memiliki bronkitis kronis, paru-paru rentan terhadap infeksi. Sebaiknya pasien bronkitis kronis mendapatkan vaksinasi terhadap pneumonia yang biasanya hanya sekali vaksinasi: Satu vaksinasi akan melindungi seumur hidup terhadap strain bakteri atau virus dari penyakit ini. Kadang-kadang suntikan kedua, yang disebutkan booster, juga diperlukan.

Jangan mengkonsumsi obat antitusif (penekan batuk) tanpa resep dokter. Sama halnya dengan bronchitis akut, batuk produktif yang berhubungan dengan bronchitis kronis adalah membantu membersihkan paru-paru dari lendir yang berlebihan. Bahkan, dokter dapat merekomendasikan ekspektoran (pengencer dahak) jika batuk relatif kering.

Namun, jika terdapat perubahan dalam warna, volume, atau ketebalan dahak, kemungkinan pasien jatuh dalam kondisi infeksi bakteri. Dalam hal ini, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri. Jika Anda kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan menurunkan berat badan untuk menghindari tekanan berlebihan pada jantung.

Jika pasien memiliki penyakit paru obstruktif kronik (PPOK, seperti yang ditunjukkan oleh tes pernapasan spirometri), banyak dokter meresepkan obat bronkodilator yang sementara membantu melebarkan saluran napas.

Namun, pengobatan yang paling penting dan paling berhasil untuk bronkitis kronis dan PPOK adalah berhenti merokok. Dokter mungkin juga meresepkan steroid untuk mengurangi peradangan pada saluran udara.

Dalam bronkitis kronis dengan PPOK, jika terdapat kecacatan dalam transfer oksigen dari paru-paru ke dalam aliran darah, dokter mungkin meresepkan terapi oksigen yang dapat diberikan di rumah sakit.
Jika pasien merokok, maka dokter akan menyarankan untuk berhenti merokok.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan merokok meskipun telah berada dalam tahap bronkitis kronis dan PPOK yang parah, tidak hanya dapat mengurangi keparahan gejala, tetapi juga dapat meningkatkan harapan hidup mereka.

Produk Nutrisi yang dianjurkan untuk membantu pengobatan ISPA:
a. Propolis: Mengandung Flavonoid sebagai Anti Virus, Anti bakteri dan Anti Infeksi.
b. Glucogen: Untuk menghilangkan /menetralisasi radikal bebas yang bisa mencetuskan atau memperparah kondisi diatas dan bisa segera membentengi daya imun.




Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Faktor Pemicu, Gejala dan Pengobatan Tumor

Ketika mendengar kata tumor, banyak orang yang menduga bahwa penyakit ini pasti mematikan. Tetapi anggapan ini tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi ke dalam dua kategori, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sedangkan tumor ganas atau yang sering disebut kanker adalah tumor yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak juga biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sementara tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.

Dalam kondisi normal, sel-sel baru akan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan tubuh untuk menggantikan sel-sel tua yang mati. Proses ini terjadi secara terkendali. Tetapi jika penambahan sel-sel baru terjadi secara berlebihan, tumor akan terbentuk.

Penyebab tumbuhnya tumor memang belum diketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor yang diduga sebagai pemicunya. Yaitu:
• Faktor keturunan dan kelainan genetika.
• Konsumsi minuman keras yang berlebihan.
• Kelainan pada sistem kekebalan tubuh.
• Kelebihan berat badan atau obesitas.
• Pajanan polusi udara.
• Pajanan sinar matahari yang berlebihan.
• Pajanan radiasi.

Gejala-gejala Tumor

Beberapa gejala umum yang dapat mengindikasikan tumor meliputi:
• Sering kali merasa tidak sehat.
• Rasa lelah yang ekstrem.
• Demam dan menggigil.
• Hilangnya nafsu makan.
• Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
• Berkeringat pada malam hari.

Tetapi tiap tumor memiliki gejala berbeda-beda, tergantung kepada jenis dan lokasi pertumbuhannya. Misalnya, kanker otak yang dapat menyebabkan gejala sakit kepala tidak tertahankan, muntah-muntah secara mendadak, serta kejang-kejang. Sementara gejala kanker paru-paru dapat berupa batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya menjadi batuk darah, sesak napas, rasa nyeri di dada serta kelelahan.

Ada juga jenis tumor ganas yang bahkan tidak menyebabkan gejala sampai mencapai stadium lanjut, misalnya kanker serviks serta kanker hati. Karena itu, Anda disarankan selalu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang terasa janggal, meski sekilas tampak ringan.

Diagnosis dan Langkah Pengobatan Tumor
Selain menanyakan gejala-gejala dan memeriksa fisik Anda, dokter akan menyertakan beberapa jenis pemeriksaan untuk memastikan diagnosis Anda. Misalnya:
• Tes darah lengkap dan tes fungsi organ.
• CT, MRI atau PET scan. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengonfirmasi letak serta tingkat penyebaran tumor.
• Rontgen dada.
• Biopsi. Pemeriksaan ini digunakan untuk memastikan ganas atau tidaknya tumor yang Anda idap.

Setelah Anda terdiagnosis positif mengidap tumor, dokter akan membantu Anda untuk menentukan langkah pengobatan yang sesuai. Metode penanganan tumor yang akan Anda jalani tergantung pada jenis, lokasi dan keganasan tumor.

Beberapa metode penanganan untuk mengatasi tumor ganas meliputi operasi pengangkatan, kemoterapi serta radioterapi. Pasien umumnya membutuhkan kombinasi dari ketiga metode tersebut. Makin dini tumor terdeteksi, kemungkinan pasien untuk sembuh juga makin tinggi.

Jika kanker atau tumor ganas masih berada pada satu lokasi dan belum menyebar, kanker tersebut umumnya akan diangkat melalui operasi. Tumor jinak juga umumnya diangkat kecuali jika tumor tersebut tidak mengganggu kinerja organ dan tidak berdampak buruk pada kesehatan sama sekali.
Meski demikian, semua tumor (ganas maupun jinak) sebaiknya segera didiagnosis dan ditangani karena berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika dibiarkan.

Langkah Pencegahan Tumor

Tidak ada metode pencegahan yang dapat memberikan perlindungan total dari munculnya tumor. Tetapi ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker, yaitu:
• Berhenti merokok.
• Berolahraga secara teratur.
• Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, misalnya meningkatkan konsumsi serat, terutama sayuran dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
• Menjaga berat badan yang sehat.
• Membatasi konsumsi minuman keras. Batas konsumsi per hari yang direkomendasikan adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir untuk pria dan maksimal 2 kaleng bir untuk wanita dengan kadar alkohol sebanyak 4,7 persen per kaleng.
• Menghalau pajanan sinar matahari, misalnya dengan menggunakan tabir surya.
• Meminimalisasi pajanan senyawa kimia yang mengandung racun, misalnya dengan mengenakan masker saat menggunakan kendaraan umum.
• Meminimalisasi pajanan terhadap radiasi.
• Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
 

Solusi sehat untuk membantu pengobatan tumor dianjurkan untuk mengkonsumsi produk-produk berikut ini:
a. ABG (Algae Merah): Untuk mengendalikan pertumbuhan sel yang berlebih.
b. Glucogen: Sebagai anti oksidan yang berfungsi sebagai detoks sekaligus sebagai anti oksidan untuk membentengi system kekebalan tubuh.
c. Propolis: Sebagai Anti Infeksi dan Anti imflamasi.


Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com



Minggu, 11 Desember 2016

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Sakit Maag


Sakit maag (indigestion) adalah istilah yang menggambarkan nyeri yang berasal dari lambung, usus halus, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain sakit maag adalah dispepsia.

Sakit maag bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung (tukak lambung), infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres.

Meskipun sebagian besar sakit maag bisa ditangani tanpa perlu berkonsultasi kepada dokter, namun pemeriksaan dokter medis tetap perlu dilakukan jika sakit maag disertai dengan Anda menjadi sering muntah, Anda menjadi sulit menelan dan mengalami penurunan berat badan, serta jika Anda dan telah menginjak berusia 55 tahun ke atas.

Gejala Sakit Maag
Selain nyeri pada perut bagian atas (area antara pusar dan bawah tulang dada), gejala sakit maag bisa berupa:
• Rasa panas pada perut bagian atas
• Cepat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
• Mual
• Kembung pada perut bagian atas
• Refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan)
• Sering bersen­dawa
• Muntah
• Nyeri ulu hati atau rasa panas dan nyeri di tengah dada (kadang-kadang terasa sampai punggung dan leher) yang muncul ketika atau setelah makan.

Sakit maag yang disertai dengan gejala rasa panas di dalam dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, adalah kasus sakit maag yang seringkali terjadi.

Bagi penderita sakit maag, gejala biasanya akan menjadi lebih buruk jika dirinya juga mengalami stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.

Penyebab Sakit Maag
Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit maag, di antaranya:
• Tukak lambung (luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung)
• Infeksi bakteri Helicobacter pylori
• Efek samping penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) dan obat golongan nitrat
• Masalah psikologi (misalnya cemas dan stres)
• Penyakit refluks gastroesofagus (pergerakan balik asam lambung menuju kerongkongan)
• Terlalu banyak makan
• Obesitas
• Makan terlalu cepat
• Mengonsumsi makanan berminyak, berlemak, dan pedas
• Merokok
• Terlalu banyak mengonsumsi kafein, soda, atau minuman beralkohol
• Terlalu banyak mengonsumsi cokelat
• Konstipasi

Selain kondisi-kondisi di atas, sakit maag juga bisa terjadi akibat komplikasi suatu penyakit. Contoh-contoh penyakit yang bisa menyebabkan sakit maag adalah penyakit batu empedu, radang pankreas (pankreatitis), penyakit iskemia usus (berkurangnya aliran darah di usus), penyumbatan usus, penyakit celiac, penyakit hernia hiatus (bagian lambung menonjol ke dalam diafragma), dan kanker lambung.

Pengobatan Sakit Maag
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit maag, di antaranya:
• Mengurangi atau menghentikan konsumsi zat kafein atau alkohol apabila sakit maag disebabkan oleh kedua zat tersebut.
• Menghindari makanan-makanan yang bisa memicu sakit maag atau membagi porsi makan ke dalam jadwal makan yang baru (misalnya sebelumnya Anda makan tiga kali sehari, namun masing-masing dalam porsi besar, Anda bisa mengubahnya menjadi empat atau lima kali sehari dengan porsi masing-masing yang lebih sedikit).
• Tidak membiarkan diri dikuasai oleh rasa cemas dan mengendalikan stres. Apabila Anda tidak mampu melakukannya, minta bantuan psikiater. Teknik relaksasi atau terapi perilaku kognitif merupakan contoh pengobatan yang mungkin disarankan.
• Menghentikan konsumsi ibuprofen atau aspirin jika sakit maag disebabkan oleh obat-obat tersebut. Selanjutnya, konsultasikan kepada dokter untuk menentukan obat pengganti.

Produk yang disarankan :
a. Propolis: Mempunyai flavonoid yang berfungsi sebagai Anti-Infeksi dan Inflamasi.
b. Glucogen: Sebagai anti oksidan untuk mengeliminasi penyebab lainnya yang bisa memicu maag.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Cara Pengobatan Kista dan Miom


Penyakit kista dan miom saat ini lebih mudah dideteksi karena tehknologi kedokteran sudah sangat canggih. Salah satunya yang sering digunakan untuk memeriksa kista maupun miom adalah USG.

Menggunakan USG untuk memeriksa kondisi rahim akan menunjukkan keberadaan serta ukuran kista dan miom bahkan dengan hasil yang akhurat. Kemajuan teknologi ini cukup membantu mendeteksi bebagai kelainan di organ reproduksi wanita.

Banyak yang beranggapan bahwa kista dan miom adalah sama, padahal keduanya sangat berbeda, perbedaan yang paling utama antara kista dan miom adalah seperti berikut ini:
• Kista merupakan sejenis tumor jinak yang berisi cairan atau jaringan tubuh seperti tulang lemak, gigi dan rambut, yang terbungkus sebuah jaringan.
• Miom sering disebut sebagai daging tumbuh yang sebetulnya adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak.

Ukuran besar kista dan miom bervariasi, mulai dari beberapa gram hingga dapat mencapai 5 Kg.
Pada wanita yang berusia di atas 30 tahun, kedua penyakit ini rentan menyerang.
Perbedaan Penyakit Kista Dan Miom

Organ yang sangat kompleks salah satunya adalah organ reproduksi wanita. Sering sekali ditemui kelainan di dalam organ dalam tersebut seperti adanya tumor, kista dan miom. Jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di dalam oragan reproduksi wanita saat ini adalah kista dan miom.

Perbedaan kista dan miom serta cara mengobatinya, kista dan miom keduanya sama sama merupakan tumor jinak, bedanya jika kista berisi cairan sementara miom adalah daging yang tumbuh. Bagaimana kista bisa muncul para dokter belum mengetahuinya, meskipun diduga karena faktor adanya zat kimia yang mengandap di dalam tubuh, sementara faktor hormonal dan gaya hidup yang menjadi penyebab munculnya miom.

Dalam khasus yang ringan penyakit kista dan miom tidak disertai dengan keluhan yang berarti, sehingga banyak sekali wanita yang kurang menyadari munculnya kelainan ini. Hal ini yang terkadang membuat penanganna dokter sering terlambat, dikarenakn penyakit ini terlanjur sudah diderita dalam kondisi lanjut.
Di samping itu, dikarenakan kedua ganggguan kelainan kista dan miom memang menunjukkan gejala yang hampir sama banyak wanita tidak mengetahui perbedaan kedua penyakit tersebut. Umumnya diagnose dketahui setelah melalui pemeriksan USG.

Keluhan Sama, Penyebab Penyakit Beda
Penderita kista terkadang tidak merasakan apapun. Namun jika terjadi suatu keluhan, maka keluahan yang dirasakan anatara kista dan miom hampir sama seperti:
• Di perut bagian bawah terasa nyeri.
• Nyeri saat haid.
• Nyeri saat berhubungan seksual.
• Sering buang air.
• Penderita akan merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah, jika kista yang ada di rahim memiliki ukuran yang besar.

Faktor hormonal adalah pemicu dari penyakit miom, stress dan gaya hidup yang kurang sehat. Selama wanita masih dalam kondisi produktif, ukuran miom akan terus bertambah. Jika terjadi kehamilan miom ini akan semakin berkembang. Namun pada saat usia menopause, miom dapat mengecil seiring dengan turunnya kadar hormone estrogen pada wanita.

Penyebab terjadinya kista, para ahli belum mengetahuinya secara pasti. Namun banyak ahli kedokteran menduga, kista dipicu oleh faktor keturunan dan paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Cara pengobatan kista dan miom :
Kista biasanya tumbuh di saluran telur, tuba falopi, vagina hingga vulva dan tumbuh terpisah dari jaringan normal di dalam rahim. Sehingga membuat kista relatif tidak membahayakan dan lebih mudah ditangani.
Ahli kedokteran membagi kista menjadi dua macam, yaitu neoplastik yang umumnya harus diangkat melalui operasi.Dan non-neoplastik yang biasanya akan mengecil sendiri dalam waktu 2 hingga 3 bulan.

Jika miom tumbuh di dinding uterus, maka tidak menimbulkan keluhan yang berarti dan tidak mengganggu kehamilan. Namun apabila di leher uterus miom tumbuh? Maka akan menganggu terjadinya pembuahan yang menyebabkan kemandulan.

Ada tiga cara pengobatan miom, yaitu:
• Untuk mencegah berkembangnya miom, maka pengobatan akan dilakukan dengan terapi hormone.
• Dengan menggunakan metode herbal, dimana penyembuhan akan memerlukan waktu yang lebih lama. Obat obatan herbal yang digunakan berasal dari tumbuh tumbuhan yang sudah diteliti akan khasiatnya dalam mengobati penyakit miom tersebut.
• Operasi pengangkatan miom / miomektomi. Operasi miom pada beberapa khasus bahkan harus disertai dengan pengangkatan rahim, karena miom dianggan sudah sangat mengancam nyawa penderita. Apabila ditemukan adanya kontra indikasi lain pasca operasi, maka diperlukan penyinaran dengan sinar X (radioterapi) untuk menghilangkan fungsi ovarium.

Untuk itu sebaiknya mencegah dan mengetahui sedini mungkin apakah mempunyai gangguan penyakit miom atau kista dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Dimana pemeriksaan terhadap organ reproduksi wanita ini memang sangat penting, agar dapat mencegah terjadinya kelainan yang lebih lanjut.

Produk yang dianjurkan :
a. Gluco+2: Mengandung Glutathione untuk menteraturkan kembali siklus hormon dan membuang radikal bebas yang membuat siklus hormon tersebut menjadi kacau.
b. Propolis: Mengandung flavonoid sebagai Anti-Tumor.
c. Biocell: Yaitu HGH sebagai booster yang akan menteraturkan siklus hormon dari pusat pengaturan hormon di otak.

Untuk order produk Moment hubungi
Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Sabtu, 10 Desember 2016

Tips Agar Wanita Tidak Mengalami Menopause Dini

Menopause adalah masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita untuk selama-lamanya. Biasanya menopause dialami oleh mereka yang berusia sekitar 50 tahun, walaupun tidak setiap wanita mengalaminya pada usia yang persis sama. Menopause terjadi karena adanya perubahan kadar hormon reproduksi. 

Menjelang akhir usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun lalu akhirnya berhenti memproduksi hormon tersebut. Walaupun menopause biasa dialami oleh mereka yang sudah berusia 50 tahun, ada juga wanita yang mengalaminya pada saat usia 40 tahunan bahkan kurang.

Menopause dini bisa terjadi pada satu diantara seratus wanita. Hal ini diakibatkan karena ada gangguan yang terjadi pada ovarium sehingga tidak lagi menghasilkan hormon-hormon reproduksi dalam jumlah normal. Gangguan ini diduga karena adanya kelainan genetika atau penyakit autoimun.

Selain itu, menopause dini bisa diakibatkan oleh dampak tindakan medis berupa operasi pengangkatan rahim atau ovarium, kemoterapi dan radioterapi (menopause kemungkinan hanya bersifat sementara), infeksi virus (misalnya: malaria, varisela, tuberkulosis), hipotiroidisme (kondisi terlalu banyaknya hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid di dalam tubuh), sindrom Down (gangguan genetika yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu), serta penyakit Addison (diakibatkan oleh berkurangnya hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal).

Setiap wanita tidak mengalami menopause pada waktu yang sama, demikian pula dengan proses menopause. Wanita A belum tentu mengalami gejala menopause seperti wanita B. Namun pada umumnya proses menopause ditandai dengan menstruasi yang berakhir secara bertahap, kemudian frekuensi dan interval menstruasi akan semakin jarang sebelum akhirnya berhenti total. Walaupun demikian, bukan berarti seorang wanita tidak bisa menopause dengan siklus menstruasi yang berakhir secara mendadak.

Sebelum menopause, ada gejala-gejala yang biasa timbul baik itu fisik maupun mental. Diantaranya adalah:
1. Adanya perubahan siklus menstruasi dan volume pendarahan (menjadi lebih sedikit atau justru lebih banyak).
2. Terus merasakan sensasi kepanasan, mengeluarkan keringat (bahkan pada malam hari), dan jantung berdebar.
3. Keinginan untuk berhubungan dengan suami mengalami penurunan.
4. Kering pada organ kewanitaan.
5. Mengalami gangguan tidur yang berujung pada kesulitan saat berkonsentrasi.
6. Emosi menjadi tidak stabil (mood swing)
7. Mudah merasa depresi.
8. Merasa sakit kepala.
9. Rambut rontok dan kulit kering.
10. Rentan terhadap infeksi saluran kemih.

Supaya Anda tidak mengalami menopause dini, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut:
1. Menghindari makanan yang instan.
2. Menerapkan pola hidup sehat.
3. Olahraga teratur.
4. Mengonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen.
5. Banyak makan buah dan sayur.
6. Menggunakan pembalut herbal saat menstruasi.

Gunakan pembalut herbal yang aman digunakan, bisa membantu menjaga organ kewanitaan dan reproduksi sehingga tidak mudah terserang penyakit yang menyebabkan Anda harus mengalami menopause dini. Pembalut herbal itu adalah pembalut herbal Moment Softly.

Pembalut Moment Softly terbuat dari bahan-bahan alami, bebas pemutih dan dioksin, Moment Softly memang diciptakan untuk menjawab kebutuhan wanita terhadap produk pembalut yang berkualitas, aman, dan nyaman saat dipakai.

Bahaya Dioxin Pada Wanita

Shock banget ternyata salah satu penyebab dari Kanker Mulut Rahim adalah akibat zat dioxin.
Tau gak biasanya cewek kena dioxin dari mana???

Jawabannya dari pembalut yg berbahaya.
Berbahaya karena proses pembuatannya mempergunakan zat kimia yg berbahaya.

Setiap tahun lebih dari 8000 wanita di Indonesia meninggal akibat kanker mulut rahim (kanker serviks). Jika seseorang mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, maka sedikitnya 6 tahun hidupnya akan dihabiskan hanya untuk pengobatan. Banyak wanita terjangkit infeksi vagina disebabkan oleh pemakaian pembalut yang kurang berkualitas.

The Tampon Safty and Research Act of 1999, H. R. 890, USA 1999 (Kongres tentang Penelitian dan Keamanan Tampon di Amerika Serikat tahun 1999), menyatakan bahwa, zat Dioxin dan serat sintetis yang terkandung dalam pembalut wanita dan produk yang mirip lainnya, berisiko terhadap: kanker serviks, endometriosis, kanker ovarium, kanker payudara, penurunan system kekebalan tubuh, radang serviks dan lain-lain.

Para ahli internasional tentang penelitian atas kanker, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa zat dioxin dapat menyebabkan kanker.

Zat dioxin adalah sebuah hasil sampingan dari proses bleaching (pemutihan) yang digunakan pada pabik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).
Bagaimana zat dioxin bisa meresap kedalam rahim?

Bila darah haid jatuh ke permukaan pembalut, zat dioxin akan dilepaskan melalui permukaan vagina, kemudian diserap kedalam rahim melalui saluran serviks lalu masuk ke uterus melalui tuba falopii dan berakhir di ovarium.

Mengapa wanita tempo dulu jarang mengalami masalah kewanitaan?
Wanita tempo dulu tidak menggunakan pembalut seperti pembalut saai ini. Mereka memakai handuk/kain berbahan cotton. Tetapi wanita sekarang menggunakan pembalut biasa. Bahkan setiap hari memakai pantyliner demi kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. Karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya produksi. Dalam proses mendaur ulang, banyak bahan kimia yang digunakan untuk proses pemutihan kembali. Menghilangkan bau dan proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas sebagai bahan dasar pembalut. Kertas bekas yang di daur ulang dan memakai bahan kimia ini dijadikan pembalut wanita yang sering kita jumpai dipasaran dan dipakai para onsumen. Pembalut ini mengandung zat dioxin yangs angat berbahaya.

Bahaya dioxin.
Seperti penjelasan diatas, dioxin adalah produk sampingan yang dihasilkan dari proses pemutihan atau bleaching. Dioxin ini bisa berakibat vital bagi kesehatan terutama pada wanita. Dioxin bisa menyebabkan
Kanker Servik (kanker leher rahim),
Kanker Payudara,
Myom,
Kista,
dan toxic untuk kulit kita.

Mulai sekarang disarankan untuk berhati - hati dalam memilih pembalut mengingat bahaya yang menunggu untuk diaktifkan.

Sekarang sudah ada produksi pembalut yang berbahan cotton asli, dan diproses melalui biotechnology, dan bahkan mengandung bioenergy. Pembalut ini juga di gunakan untuk terapy, keputihan dan nyeri saat haid.

Jumat, 09 Desember 2016

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Autis


Autisme adalah gangguan otak yang sering membuat penderita sulit untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Pada autisme, beberapa wilayah otak gagal bekerja sama.

Kebanyakan penderita autisme akan selalu memiliki masalah untuk berhubungan dengan orang lain. Tetapi dengan diagnosis dan pengobatan dini, penderita autisme akan sangat terbantu untuk mencapai potensi penuh mereka.

Penyebab Autisme
Autisme cenderung menurun di dalam keluarga. Para ilmuwan sedang mencoba untuk mencari tahu gen yang mungkin bertanggung jawab dalam mewariskan autisme. Studi-studi lain pun dilakukan untuk meneliti apakah autisme dapat disebabkan oleh masalah medis lainnya atau faktor lingkungan.

Beberapa orang berpikir bahwa vaksin pada masa kanak-kanak menyebabkan autisme, terutama vaksin campak-gondong-rubela, atau MMR.

Tetapi penelitian lebih lanjut menunjukkan hal ini tidak benar. Sangat penting untuk memastikan bahwa anak Anda mendapatkan semua vaksin pada masa kanak-kanak. Vaksin tersebut membantu menjaga anak Anda dari terkena penyakit serius yang dapat menimbulkan bahaya atau bahkan kematian.

Gejala Autisme
Gejala hampir selalu dimulai sebelum anak berusia 3 tahun. Biasanya, saat pertama kali orang tua menyadari bahwa anak mereka belum mulai bicara dan tidak bertingkah laku seperti anak-anak lain seusianya. Tetapi bukan hal yang aneh jika seorang anak mulai berbicara pada usia yang sama dengan anak-anak seusianya, kemudian kehilangan kemampuan bahasanya.

Gejala autisme meliputi:
• Keterlambatan dalam belajar bicara, atau tidak berbicara sama sekali. Seorang anak mungkin tampak tuli, meskipun tes pendengaran normal.
• Perilaku dan minat atas permainan yang berulang dan berlebihan. Contohnya termasuk: menggoyang tubuh berulang, keterikatan yang tidak biasa dengan obyek tertentu, dan dapat sangat marah ketika ada perubahan rutinitas.

Tidak ada “kekhasan” dari penderita autisme karena penderita dapat memiliki berbagai macam perilaku, mulai dari ringan sampai parah. Orang tua sering mengatakan bahwa anak dengan autisme, lebih suka bermain sendiri dan tidak membuat kontak mata dengan orang lain.

Autisme mungkin juga menimbulkan masalah lain seperti:
• Anak memiliki kecerdasan di bawah normal.
• Remaja sering menjadi tertekan dan cemas, terutama jika mereka memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata.
• Beberapa anak mendapatkan gangguan kejang seperti epilepsi hingga masa remaja mereka.

Diagnosis Autisme
Ada pedoman yang digunakan oleh dokter untuk melihat apakah seorang anak memiliki gejala autisme. Pedoman tersebut membagi gejala ke dalam tiga kategori sebagai berikut:

Hubungan dan Interaksi sosial. Misalnya, anak mungkin memiliki kesulitan membuat kontak mata. Penderita autisme mungkin sulit memahami perasaan orang lain, seperti rasa sakit atau sedih.

Komunikasi verbal dan nonverbal. Misalnya, seorang anak mungkin tidak pernah berbicara. Atau dia mungkin sering mengulang kalimat tertentu terus menerus.

Minat terbatas dalam kegiatan atau bermain. Misalnya, anak yang lebih muda sering fokus pada bagian-bagian mainan daripada bermain dengan mainan secara keseluruhan. Anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin tertarik oleh topik tertentu, seperti permainan kartu atau pelat nomor.

Anak yang dicurigai menderita autisme juga mungkin harus melakukan tes pendengaran dan beberapa tes lain untuk memastikan penyebabnya bukan karena beberapa kondisi medis lain.

Pengobatan Autisme
Pengobatan untuk autisme melibatkan pelatihan perilaku khusus. Latihan perilaku memberikan penghargaan untuk perilaku baik (penguatan positif) untuk mengajar anak keterampilan sosial dan untuk mengajar mereka bagaimana untuk berkomunikasi dan bagaimana membantu diri mereka ketika mereka tumbuh dewasa.

Dengan pengobatan dini, kebanyakan anak autisme belajar untuk berhubungan lebih baik dengan orang lain. Mereka belajar untuk berkomunikasi dan membantu diri mereka sendiri ketika mereka tumbuh dewasa.

Tergantung dari sang anak, pengobatan juga dapat mencakup hal-hal seperti terapi bicara atau terapi fisik.
Obat kadang-kadang digunakan untuk mengobati masalah seperti depresi atau perilaku obsesif-kompulsif.

Jenis pengobatan yang tepat bagi tiap anak bergantung pada gejala-gejalanya. Pengobatan berbeda untuk setiap anak dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena penderita autisme berbeda dari satu dengan yang lain, maka hal yang membantu pada satu orang, mungkin tidak dapat membantu bagi yang lain.

Jadi pastikan untuk bekerjasama dengan semua orang yang terlibat dalam pendidikan dan perawatan sang anak untuk menemukan cara terbaik dalam menangani gejala autisme.

Untuk membantu anak autis menjadi lebih tenang dan lebih berkonsentrasi cobalah untuk mengkonsumsi Glucogen karena mengandung Glutathione untuk menurunkan tingkat reaktifitas anak.

10 Nasihat Keuangan Agar Tak Menyesal Diusia Kepala 4


Pasti sering dengar kalimat kayak gini, “Ah coba waktu itu gue ambil tawaran si anu ya,” atau “Duh, nyesel banget gak mau ambil kesempatan itu.” Yang kayak gini emang sering kita dengar keluar dari mulut teman atau bahkan mungkin kita sendiri.

Biasanya, kalimat penyesalan seperti itu akan terlontar saat kita terbentur dengan masalah keuangan. Walau hidup gak semata berpusat pada uang, tapi realistis aja lah ya, kalau hidup juga butuh uang.
Jika waktu diputar mundur, kita sadar dulu sering mendapat nasihat-nasihat tentang keuangan yang bisa mempersiapkan masa depan yang lebih mapan dari segi finansial.

Diantara banyak nasihat tersebut, berikut 10 nasihat keuangan buat kamu yang masih muda sebelum menyesal di usia kepala 4:

1. Punya tujuan hidup
Manusia hidup harus punya tujuan, terlebih lagi tujuan finansial. Saat memiliki penghasilan sendiri, mulai deh tetapkan tujuan keuangan kamu. Semisal, meningkatkan taraf hidup dalam segi ekonomi tiap tahun nya.
Emang sih gak akan ada yang tahu hari esok, tapi bukan berarti hidup tanpa tujuan yang jelas. Dengan adanya tujuan, kamu akan termotivasi untuk melakukan usaha-usaha yang dapat membantu tercapainya tujuan tersebut.

2. Hidup hemat
Saat karir dan pendapatan meningkat, kebanyakan pekerja muda lupa diri dan mengubah gaya hidup mereka. Semisal, dari yang kesehariannya biasa hangout sekali dalam sebulan jadi 4 kali dalam sebulan. Kebiasaan makan di warteg pun berubah jadi makan di restoran fast food.
Penghasilan yang meningkat seharusnya dimanfaatin untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat seperti asuransi atau investasi misalnya. Hidup hemat beda loh dengan pelit! Hemat itu adalah belajar mengendalikan diri dari gaya hidup konsumtif dan membuat pengeluaran yang gak perlu.

3. Pasang target
“Ya gue mah gak punya target muluk-muluk, ke mana angin membawa aja deh.” Kalimat kayak gini nih yang sering terlontar dari anak-anak muda setiap ditanya punya target apa saja dalam hidupnya.
Sama halnya dengan tujuan hidup atau keuangan, kamu harus punya target. Semisal, di usia 25 sudah bisa beli mobil atau usia 30 sudah menikah dsb. Kalau ngikutin air mengalir mah itu namanya hidup yang gak jelas. Ujung-ujungnya kamu jadi terlalu santai dan meremehkan segala sesuatu.

4. Jangan hanya nabung, investasi dan berbisnis untuk masa depan juga penting
Sedari kecil orang tua kita pasti mengajak untuk gemar menabung, mulai dengan celengan hingga punya rekening tabungan sendiri di bank. Lalu, cukup gak sih dengan rajin menabung?
Kebiasaan menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk menabung memang baik, namun pertimbangkan lagi deh bunga tabungan yang relatif kecil.
Selain menabung, coba deh untuk mulai investasi juga. Kini banyak kok pilihan investasi yang mudah dan dapat disesuaikan dengan kocek masing-masing. Banyak profesional di luar sana yang bakalan membantu kamu berinvestasi. Jadi jangan parno duluan ya!
Investasi bakal bikin uang kamu beranak-pinak loh! Gak perlu mulai dengan yang kelas kakap deh, yang sekelas reksa dana pasar uang juga sudah cukup menjanjikan kok!
Yg paling real ya join Moment, bisnis mudah, murah, dan hasil nya nyata! Sudah terbukti banyak anak muda, bahkan IRT yg jd jutawan di Moment.

5. Belajar dari kesalahan
Gak ada manusia yang sempurna. Saat melakukan kesalahan apapun itu, coba untuk menjadikannya sebagai pembelajaran. Saat kamu berhasil mengevaluasi kesalahan, ke depannya kamu dapat melakukan hal-hal lebih baik lagi.
Jangan berkubang dalam penyesalan karena telah berbuat kesalahan ya. Sebaliknya, jadikan kesalahan tersebut sebagai alat untuk mengembangkan kualitas diri.

6. Tidak mudah menyerah dan disiplin
Gak ada cara mudah menuju sukses, pasti akan banyak aral merintang. Semangat pantang menyerah serta ketekunan merupakan faktor mutlak pendorong seseorang jadi sukses. Mudah menyerah adalah ciri-ciri orang yang susah sukses.
Punya disiplin diri mulai dari hal-hal kecil seperti bangun pagi, gak datang terlambat ke kantor bisa jadi latihan agar kamu gak jadi manusia yang mudah menyerah. Jangan pernah menyerah pada kemalasan atau kesulitan. Terkadang semua itu hanya kekhawatiran yang berlebihan kok. Jadi, jangan menyerah sebelum berperang ya!

7. Memperluas jaringan
Jaringan di sini bukan sekedar jaringan Facebook loh ya. Sebagai makhluk sosial manusia kamu gak bisa hidup sendiri. Kamu harus ingat nih, salah satu ciri keberhasilan seseorang adalah dari seberapa luas pergaulannya. Luas di sini maksudnya adalah mengenal dan memiliki hubungan yang baik dengan berbagai macam orang dari berbagai kalangan.
Kamu gak pernah tahu keuntungan atau kesempatan apa yang bisa diperoleh dari orang-orang yang kamu temui dan kenal kan?

8. Me time itu penting
Kerja keras, mengumpulkan pundi-pundi untuk masa depan sah-sah aja kok! Tapi ingat ya, sisihkan juga waktu untuk menghibur diri kamu sendiri. Punya me time sama sekali bukan hal yang terlarang selama tahu batasan normalnya.
Dengan punya me time di tengah-tengah kesibukan akan bisa mere-charge energi baru dan bisa bikin kamu jadi lebih kreatif.

9. Miliki asuransi
Risiko kecelakaan, sakit bahkan kematian pasti mengintai setiap saat. Masih muda bukan berarti kamu kebal dari hal-hal semacam itu kan! Selain tabungan dan investasi, asuransi adalah hal penting lain yang harus kamu miliki.
Pilihan produk asuransi saat ini juga beragam serta dapat disesuaikan kemampuan finansial kamu kok. Jadi, gak ada alasan lagi deh untuk menunda-nunda punya asuransi. Sebelum sayang sama anak orang, sayangi diri kamu sendiri dong!

10. Berani
Jadilah anak muda yang berani. Berani di sini pastinya bukan berani kayak pelajar yang hobinya tawuran ya. Kalau kamu punya ide, ungkapkan saja jangan malu atau takut bakal dibikin lelucon .
Demikian juga halnya saat harus mengambil keputusan, semisal ada niat untuk buka usaha tapi dihalangi oleh bayang-bayang bangkrut. Ketakutan-ketakutan seperti inilah yang biasanya menjadi faktor penghambat utama untuk sukses.

Tentunya masih banyak hal-hal lain yang bisa kamu jadikan pedoman untuk jadi orang yang sukses di masa mendatang. 10 nasihat di atas kurang lebih adalah yang bisa mewakili.
So, mau jadi anak muda yang bagaimana? Kesempatan seringkali hanya datang sekali, jangan terlalu banyak pertimbangan saat mengambil keputusan. Terkadang kita memang harus berani keluar dari zona nyaman.
Daripada menyesal belakangan, coba renungkan deh nasihat-nasihat di atas. Semoga saja bisa bikin kehidupan masa depan kamu jadi lebih baik ya!

Keuntungan Bekerja Tanpa Perlu ke Kantor


Jika melihat timeline di social media setiap hari, pasti ada saja yang mengeluhkan kemacetan, hari Senin pagi ataupun harus mengejar jam masuk kantor yang kadang terlalu pagi.

Apalagi kalau semuanya digabung : hampir telat di Senin pagi karena macet. Bertumpuk kan kesalnya? Nah sekarang ada ide untuk remote working, dimana Anda bisa bekerja dari rumah atau tempat yang nyaman tanpa harus stres karena membayangkan kemacetan menuju kantor. Sebelum mengajukan ide ini ke atasan, intip dulu yuk tiga keuntungannya.

Lebih Produktif
Masing-masing orang memiliki style dan waktu produktifnya sendiri-sendiri. Ada orang yang bisa fokus di pagi hari. Namun sebaliknya, ada yang berlimpah ide di malam hari. Misalnya, untuk yang bekerja di bidang kreatif seperti desain dan penulisan, kebanyakan justru baru bisa bekerja saat orang terlelap. Selain itu, untuk karyawan yang sudah berkeluarga, apalagi jika sudah memiliki anak, remote working bisa sangat membantu. Anda masih bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak atau mengantar anak bahkan berolahraga. Anda juga tak perlu lagi stres karena macet tiap kali berangkat ke kantor. Terkadang stres bisa mengurangi produktivitas lho.

Konsentrasi Kerja Lebih Tinggi
Tak ada lagi kewajiban bangun pagi buta untuk menerjang lalu lintas menghindari macet. Nope, bukannya menyangkal fakta positif bangun pagi,namun karena ada beberapa orang yang letak kantornya sangat jauh, bukannya sehat yang ada justru tubuh sudah lelah di perjalanan. Seringkali justru beberapa karyawan kekurangan waktu tidur. Kalau sudah begini, jangan heran jika konsentrasi karyawan berkurang dan berimbas kesalahan saat bekerja. Fleksibilitas waktu kerja ini akan menguntungkan bagi perusahaan karena kesalahan kerja akan lebih minim.

Lebih Hemat
Dengan bekerja dari rumah atau di tempat dekat rumah, sudah pasti akan menghemat biaya bensin atau ongkos angkutan umum. Dengan uang lebih ini, Anda bisa mengalokasikannya untuk membayar biaya akses internet atau sewa coworking space. Di sisi perusahaan juga bisa ikut berhemat lho, misalnya untuk pengeluaran rutin seperti listrik, air maupun bahan persediaan dapur. Selain itu, perusahaan juga tak perlu membayar uang lembur karyawan. Hemat kan?

Selasa, 29 November 2016

Penyebab dan Cara Penanganan Obesitas

Obesitas adalah kelebihan berat badan yang dapat ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Obesitas merupakan penyebab utama penyakit dapat dicegah dan penyebab kematian di Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang kelebihan berat badan di negara-negara industri telah meningkat secara signifikan; meningkat begitu banyak sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa obesitas sebagai epidemi.

Di Amerika Serikat, 69% dari populasi orang dewasa kelebihan berat badan atau obesitas. Di Kanada, data yang dilaporkan sendiri menunjukkan bahwa 40% pria dan 27% wanita kelebihan berat badan, dan 20% pria dan 17% wanita mengalami obesitas. Sedangkan di Indonesia sendiri, sebanyak 40 juta orang dewasa mengalami kegemukan, dan Indonesia masuk ke peringkat 10 daftar negara-negara dengan tingkat obesitas terbanyak di dunia.

Orang yang mengalami obesitas berada pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit yang serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, penyakit kandung empedu, dan kanker. Risiko pada orang yang mengalami obesias lebih tinggi dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sehat dan normal.

Obesitas ditentukan dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun tidak secara langsung mampu mengukur kadar lemak dalam tubuh. Cara perhitungan IMT adalah berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam satuan meter. IMT yang sehat adalah yang dalam rentang 18,5–24,9 kg/m2. IMT yang berada di angka 25–29,9 disebut sebagai “overweight”, 30–34,9 disebut “obesitas kelas I”, 35,0–39,9 disebut “obesitas kelas II”, dan di atas 40 disebut “obesitas kelas III”.

Penyebab
Obesitas terjadi ketika tubuh mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori. Di masa lalu, banyak orang berpikir bahwa obesitas itu hanya disebabkan oleh makan berlebihan dan kurangnya berolahraga, karena kurangnya kemauan dan kontrol diri. Meskipun hal tersebut juga berkontribusi dalam menyebabkan obesitas, para ahli mengakui bahwa obesitas merupakan masalah medis yang kompleks yang melibatkan faktor genetik (keturunan), lingkungan, perilaku, dan sosial. Semua faktor ini berperan dalam menentukan berat badan seseorang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, faktor genetik (keturunan) tertentu dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan metabolisme lemak yang memicu obesitas. Untuk orang yang secara genetik rentan terhadap kenaikan berat badan (misalnya, memiliki metabolisme yang lebih rendah) risiko menjadi obesitas tinggi.

Meskipun genetik seseorang dapat menyebabkan obesitas, itu bukan penyebab utama. Faktor lingkungan dan perilaku memiliki pengaruh yang lebih besar – mengkonsumsi kalori dari makanan tinggi lemak dan melakukan aktivitas fisik sedikit atau tidak setiap hari berolaharaga dalam jangka panjang akan menyebabkan penambahan berat badan. Faktor psikologis juga dapat menyebabkan obesitas. Rasa rendah diri, rasa bersalah, stres emosional, atau trauma dapat menyebabkan makan berlebihan sebagai sarana untuk mengatasi masalah.

Gejala Obesitas dan Komplikasi dari Obesitas
Risiko kesehatan yang terkait dengan obesitas meliputi:
• Gangguan pernapasan (seperti sleep apnea/ henti napas ketika tidur, penyakit paru obstruktif kronis/ PPOK)
• Tipe kanker tertentu (seperti kanker prostat dan usus pada pria, dan kanker payudara dan kanker rahim pada wanita)
• Penyakit jantung koroner
• Depresi
• Diabetes
• Penyakit hepar atau kelenjar empedu
• Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Penyakit pada sendi (misal osteoartritis) karena tumpuan tubuh membawa berat badan yang berlebih
• Stroke
Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki gejala kondisi medis yang disebutkan di atas. Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, masalah pernapasan, dan nyeri sendi (di lutut atau punggung bawah) seringkali terjadi. Semakin gemuk seseorang, semakin besar kemungkinan mereka memiliki masalah medis yang terkait dengan obesitas. Selain itu, orang gemuk cenderung malas untuk beraktivitas karena beratnya bobot tubuh sehingga orang gemuk cenderung mudah mengantuk karena lambatnya metabolisme tubuhnya.

Dokter juga akan menggunakan pengukuran lainnya seperti ukuran pinggang untuk mengevaluasi risiko kesehatan terkait dengan lemak perut. Ketika IMT dan ukuran pinggang mengindikasikan suatu masalah kesehatan, akan ada pemeriksaan tambahan yang disarankan oleh dokter seperti pemeriksaan EKG, cek darah untuk mengetahui kondisi kolesterol, asam urat, dan sebagainya.

Penanganan Obesitas
Obesitas dapat diatasi dengan:
• Mengubah gaya hidup: perbanyak olahraga, ubah pola makan yang tadinya mungkin banyak makanan berlemak (seperti gorengan, jeroan) kini diperbanyak dengan buah-buahan
• Hindari konsumsi alkohol
• Jangan terlalu keras pada diri sendiri sampai tidak mau makan, ini bukan suatu metode yang tepat. Tetap makan, namun ganti menunya menjadi menu sehat.
• Obat diet yang diresepkan dokter. Jangan coba-coba meminum obat diet tanpa resep dokter, karena ditakutkan akan melukai lambung maupun usus, dan justru akan mengakibatkan metabolisme tubuh kacau.

Produk yang dianjurkan :
a. Sillhuette: Untuk mengurangi porsi makan dan menimbulkan rasa kenyang.
b. Biocell: Untuk meningkatkan pembakaran lemak yang menumpuk diluar sel.
c. ABG (Algae Merah): Agar inti sel bisa membuka mulut sel untuk menerima nutrisi yang disalurkan oleh insulin.



Informasi Produk dan Bisnis hubungi:


Novita Sari
WA: 083176132952
BB: 7D26D4BD
www.momentdiamond.com

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Varises

Varises terjadi ketika Katup Vena melemah atau rusak dan Dinding Vena menjadi renggang. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Umur, Kehamilan, Genetika, Kebiasaan berdiri terlalu lama, Obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki.

Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Ketika mendengar istilah “varises” saya yakin banyak yang membayangkan suatu bentuk kelainan pembuluh darah yang ada pada kaki atau tungkai bawah, di mana pembuluh darah tampak berkelok-kelok atau mungkin berbonjol-bojol.

Memang ini tidak salah, namun tahukah Anda bahwa varises merupakan istilah umum dan itu tidak hanya terjadi pada vena kaki.

Langkah awal untuk memahami apa itu penyakit varises, mari kita mulai dengan pengertian varises. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu struktur normal pembuluh darah vena.
Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki.

Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:
• Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan.
• Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
• Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.

Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Lalu apa yang terjadi pada varises?
Pengertian varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Penyebab Varises
Untuk dapat memahami penyebab varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme terjadinya varises. Awal mula terjadinya varises diperkirakan bahwa dinding pembuluh darah menjadi lemah pada beberapa bagian. Bagian ini kemudian melebar dan menjadi lebih menonjol.

Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik. Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Darah kemudian mengumpul pada vena membesar dan membuatnya menonjol.

Varises lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Sebagian besar orang dengan varises tidak memiliki penyakit yang mendasari dan bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab varises adalah sebagai berikut:
• Kehamilan. Rahim yang membesar dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pembuluh darah sehingga aliran balik ke jantung dapat terhambat. Di samping itu, varises pada kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh hormon cenderung berefek melemaskan dinding vena.
• Umur. Varises lebih sering pada usia dewasa dan semakin meingkat risiko seiring dengan bertabahnya usia.
• Berat badan Berlebih.
• Banyak Berdiri. Pekerjaan atau aktifitas dengan banyak berdiri sering dianggap bisa menjadi penyebab varises. Namun, baru sedikit bukti ilmiah yang mendukung hal ini.
Kadang-kadang penyakit tertentu dapat menyebabkan varises seperti:
• Bekuan darah sebelumnya (trombosis) atau cedera dalam vena kaki yang dalam.
• Pembengkakan atau tumor di panggul (bagian bawah perut) yang menghambat aliran darah dari kaki ke atas.
• Abnormalitas pembuluh darah, suatu kondisi pembuluh darah atau arteri yang tidak terbentuk sempurna.

Gejala dan Ciri-Ciri Varises
Seperti telah disinggung sebelumnya varises yang merupakan pembengkakan dan membesarnya pembuluh darah, memiliki ciri-ciri biasanya terlihat biru atau ungu tua paling sering terjadi pada kaki. Terkadang terlihat menggerombol, berbonjol-bonjol dan terlihat berkelok-kelok.

Gejala varises yang biasanya di rasakan antara lain:
Selain tidak sedap dipandang, varises umumnya terasa sakit dan menyebabkan sensasi kelelahan pada kaki. Namun, banyak orang, bahkan beberapa dengan varises yang sangat besar, tidak mengalami rasa sakit. Bagian bawah kaki dan pergelangan kaki bisa terasa gatal, terutama jika tungkai hangat setelah seseorang telah mengenakan kaus kaki atau stocking. Gatal dapat merangsang garukan dan dapat menyebabkan kemerahan atau ruam, yang sering salah dikaitkan dengan kulit kering. Rasa sakit kadang-kadang lebih buruk ketika varises semakin berkembang.

Hanya sebagian kecil orang dengan varises memiliki komplikasi, seperti dermatitis, peradangan pembuluh darah vena (flebitis), atau perdarahan. Dermatitis menyebabkan perubahan pada kulit yang menjadi merah, menebal, gatal gatal atau kecoklatan.

Menggaruk atau cedera ringan, dapat menyebabkan pendarahan atau pengembangan ulkus (borok) yang menyakitkan yang tidak sembuh-sembuh. Ulkus juga bisa berdarah. Flebitis dapat terjadi secara spontan atau akibat cedera.

Pengobatan Varises
Bagi sebagian besar kasus, varises tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Memang penampilannya tidak menyenangkan, tetapi itu tidak mempengaruhi sirkulasi ataupun menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Bahkan kebanyakan varises tidak memerlukan pengobatan apapun.
Jika pengobatan diperlukan, dokter terlebih dahulu akan merekomendasikan pengobatan sederhana berupa penggunaan stoking kompresi selama enam bulan, melakukan olah raga teratur dan mengangkat atau meninggikan tungkai yang terkena ketika beristirahat.

Jika sudah demikian, namun varises masih menyebabkan sakit atau ketidaknyamanan atau menyebabkan komplikasi, maka dapat diobati dengan beberapa cara sebagai berikut.
• Ablasi endothermal – menutup pembuluh darah dengan pemanasan (heat).
• Sclerotherapy – menggunakan busa khusus untuk menutup pembuluh darah
• Ligasi dan stripping – operasi atau pembedahan untuk mengangkat vena yang terkena.

Pencegahan
Varises adalah penyakit yang dapat dicegah. Cara mencegah varises di bawah ini bertujuan untuk menghindari munculnya varises atau mengurangi varises yang sudah terlanjur ada, berikut caranya:
• Jangan berdiri atau duduk diam dalam waktu yang lama, tapi cobalah bergerak setiap 30 menit.
• Istirahat secara teratur sepanjang hari, tinggikan kaki dengan menopangnya dengan bantal atau lainnya saat beristirahat, sedemikian rupa sehingga kaki lebih tinggi dari dada.
• Berolahraga secara teratur – ini dapat meningkatkan sirkulasi darahdan membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Produk yang dianjurkan:
a. Propolis: Untuk memperbaiki situasi dan keadaan kesehatan pembuluh darah.
b. Natto/ Hastaxhantin: Untuk meluruhkan sumbatan atauThrombus pada pembuluh darah.
c. Glucogen: Untuk menetralisasi radikal bebas pencetus timbulnya sumbatan yang ada.

Like This